Skip to main content

Normalisasi

Normalisasi adalah proses mengorganisir data dalam basis data untuk mengurangi redundansi (pengulangan data) dan memastikan integritas data. Dengan menggunakan normalisasi, kita dapat memecah tabel yang kompleks dan menghindari duplikasi data yang tidak perlu. Normalisasi dilakukan dengan menerapkan beberapa Bentuk Normal (Normal Forms) yang memiliki aturan-aturan tertentu.

Berikut adalah beberapa tingkatan normalisasi yang umum digunakan beserta contohnya:


1. First Normal Form (1NF)

Syarat: Data dalam tabel harus atomik, artinya setiap kolom hanya boleh menyimpan satu nilai, dan tidak boleh ada kolom yang berisi beberapa nilai dalam satu entri.

Contoh: Misalnya, kita punya tabel yang menyimpan data pesanan pelanggan, di mana beberapa produk yang dipesan tercatat dalam satu kolom:

Order_IDCustomer_NameProducts
1AndiLaptop, Mouse
2BudiKeyboard, Monitor

Tabel di atas tidak memenuhi 1NF karena kolom Products berisi lebih dari satu nilai.

Solusi: Pisahkan produk menjadi baris-baris yang terpisah untuk setiap pesanan:

Order_IDCustomer_NameProduct
1AndiLaptop
1AndiMouse
2BudiKeyboard
2BudiMonitor

Sekarang tabel tersebut memenuhi 1NF karena setiap kolom hanya berisi satu nilai per baris.


2. Second Normal Form (2NF)

Syarat: Tabel harus memenuhi 1NF, dan setiap atribut non-kunci harus bergantung secara penuh pada kunci utama (primary key).

Biasanya, 2NF diterapkan pada tabel dengan kunci komposit (kunci utama yang terdiri dari lebih dari satu kolom). Setiap kolom non-kunci harus bergantung pada semua bagian dari kunci komposit, bukan hanya sebagian.

Contoh: Misalnya, kita punya tabel Order_Details yang menyimpan informasi pesanan:

Order_IDProduct_IDCustomer_NameProduct_Price
1101Andi10000
2102Budi20000

Di sini, Order_ID dan Product_ID bersama-sama berfungsi sebagai kunci utama. Namun, kolom Customer_Name dan Product_Price hanya bergantung pada sebagian dari kunci (hanya Order_ID atau Product_ID), yang berarti tidak memenuhi 2NF.

Solusi: Pisahkan tabel menjadi dua tabel:

  1. Tabel Orders untuk menyimpan data pelanggan terkait setiap pesanan.
  2. Tabel Products untuk menyimpan informasi produk.
Order_IDCustomer_Name
1Andi
2Budi
Product_IDProduct_NameProduct_Price
101Laptop10000
102Keyboard20000

Sekarang tabel tersebut memenuhi 2NF karena setiap atribut non-kunci bergantung sepenuhnya pada kunci utama.


3. Third Normal Form (3NF)

Syarat: Tabel harus memenuhi 2NF, dan semua kolom non-kunci harus bergantung langsung pada kunci utama, bukan pada kolom non-kunci lainnya (tidak ada dependensi transitif).

Contoh: Misalnya, kita memiliki tabel berikut yang menyimpan informasi karyawan dan departemennya:

Employee_IDEmployee_NameDepartment_IDDepartment_Name
1AndiD01Sales
2BudiD02Marketing

Tabel ini tidak memenuhi 3NF karena Department_Name bergantung pada Department_ID, bukan langsung pada Employee_ID.

Solusi: Pisahkan menjadi dua tabel, satu untuk karyawan dan satu lagi untuk departemen.

Employee_IDEmployee_NameDepartment_ID
1AndiD01
2BudiD02
Department_IDDepartment_Name
D01Sales
D02Marketing

Sekarang tabel memenuhi 3NF karena semua kolom non-kunci bergantung langsung pada kunci utama masing-masing tabel.


4. Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

BCNF adalah bentuk normal yang lebih ketat daripada 3NF. Suatu tabel dikatakan memenuhi BCNF jika memenuhi 3NF dan setiap determinan (kolom yang menentukan nilai kolom lain) adalah kunci kandidat.

BCNF tidak selalu diperlukan untuk semua kasus, tetapi biasanya digunakan jika kita ingin memastikan konsistensi data di tingkat yang lebih tinggi.


5. Bentuk Normal Lanjutan (4NF dan 5NF)

4NF dan 5NF jarang diterapkan dalam basis data komersial, kecuali untuk situasi data yang sangat kompleks.

  • 4NF: Mengatasi ketergantungan multivalued (multivalued dependencies), yaitu kondisi di mana satu atribut tergantung pada lebih dari satu atribut.

  • 5NF: Digunakan untuk menghilangkan ketergantungan join yang kompleks dan memastikan bahwa data hanya bisa dibagi berdasarkan hubungan asli tabel.


Ringkasan Proses Normalisasi

  1. 1NF: Hilangkan kolom dengan nilai berulang, pisahkan data ke dalam baris-baris terpisah.
  2. 2NF: Pastikan semua kolom non-kunci bergantung sepenuhnya pada kunci utama.
  3. 3NF: Hilangkan dependensi transitif antara kolom non-kunci.
  4. BCNF: Pastikan setiap determinan adalah kunci kandidat.
  5. 4NF dan 5NF: Memastikan integritas dalam data yang sangat kompleks.

Normalisasi membantu menjaga integritas data, meminimalkan pengulangan, dan membuat database lebih efisien. Namun, ada juga kelemahan karena proses ini dapat meningkatkan kompleksitas database, terutama dalam menggabungkan (join) tabel-tabel yang terpisah saat memerlukan data terintegrasi.

Comments

Popular posts from this blog

Cloud Computing

Di era digital yang serba cepat ini, teknologi terus berkembang dengan pesat. Salah satu inovasi terbesar dalam dunia teknologi informasi adalah cloud computing atau komputasi awan. Konsep ini telah membawa perubahan besar dalam cara kita menyimpan data, mengelola aplikasi, dan menjalankan berbagai kegiatan bisnis, baik di tingkat individu maupun perusahaan. Lalu, apa sebenarnya cloud computing dan bagaimana teknologi terbarunya memengaruhi dunia digital kita? Apa Itu Cloud Computing? Cloud computing adalah model penyampaian layanan komputasi melalui internet. Alih-alih menyimpan data di perangkat keras lokal, cloud computing memungkinkan kita untuk menyimpan, mengakses, dan mengelola data serta aplikasi melalui server jarak jauh yang dikelola oleh penyedia layanan cloud. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi dan aplikasi mereka dari mana saja, tanpa terbatas oleh lokasi fisik perangkat. Ada tiga jenis utama layanan dalam cloud computing: Infrastructure as a Service ...

Teknologi Informasi

Teknologi Informasi atau sering disebut IT (Information Technology) , adalah penggunaan komputer, perangkat keras, dan perangkat lunak untuk memproses, menyimpan, serta mengelola data dan informasi. Peran IT dalam kehidupan kita sangat besar, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga operasional bisnis. 1. Apa Itu Infrastruktur IT? Infrastruktur IT adalah fondasi utama yang memungkinkan sistem bekerja dengan baik. Terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu: Perangkat Keras (Hardware): Seperti komputer, server, jaringan, yang berfungsi menjalankan dan menyimpan data. Perangkat Lunak (Software): Program atau aplikasi yang menjalankan instruksi, seperti sistem operasi, aplikasi bisnis, dan lainnya. Jaringan (Network): Menghubungkan perangkat dan memungkinkan komunikasi serta berbagi data antar perangkat. 2. IT Service Management (Manajemen Layanan IT) Ini adalah pengelolaan layanan IT untuk memastikan layanan tersebut berjalan dengan efisien dan efektif. Proses utamanya adalah memastik...

Data Manipulation Language

Data Manipulation Language (DML) adalah salah satu bagian dari SQL yang berfokus pada pengelolaan data di dalam database. DML digunakan untuk memanipulasi data, yang meliputi pengambilan, penambahan, pembaruan, dan penghapusan data dalam tabel database. Jika kamu pernah mendengar istilah CRUD (Create, Read, Update, Delete), ini adalah fungsi-fungsi yang dieksekusi oleh DML. DML sangat penting dalam aplikasi database karena ia memungkinkan kita untuk mengelola data secara langsung. Dengan kata lain, DML adalah alat yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan data yang tersimpan, yang mendukung fungsi-fungsi seperti pencarian, penyimpanan, dan modifikasi data di berbagai aplikasi. Fungsi Utama DML dalam Database DML memungkinkan kita untuk mengelola data di dalam tabel database yang telah dibuat dengan DDL (Data Definition Language). Berikut beberapa fungsi utama DML: Menyisipkan Data Baru – Menambahkan data baru ke dalam tabel. Mengambil dan Menampilkan Data – Mengambil data dari ...